Showing posts with label Photo. Show all posts
Showing posts with label Photo. Show all posts

Jul 25, 2012

Bakti Sosial Resimen Taruna AMAN JAYA

Baru saja hari ini Resimen Taruna Akademi Maritim Nasional Jakarta Raya (AMAN JAYA) menuntaskan salah satu program kerja Bina Rohani (Binroh) yaitu mengadakan Bakti Sosial. Binroh memilih lingkungan yang sangat membutuhkan bantuan, yaitu di Cilincing, warga pinggir pantai dekat Jl. Belah Kapal. Tetapi Resimen Taruna hanya menyantuni anak-anak pinggir pantai tersebut yang bergabung dengan Red Nose Foundation atau lebih dikenal dengan nama Hidung Merah. Ada sekitar 98 anak-anak Cilincing yang telah bergabung. Barang-barang yang kami berikan adalah alat-alat tulis dan beberapa alat-alat olahraga seperti :
  • Buku Tulis
  • Pulpen
  • Pensil
  • Penghapus
  • Penggaris
  • Rautan
  • Spidol White Board
  • Penghapus Papan Tulis
  • Tinta Refill Spidol
  • Raket Bulutangkis
  • Kok
  • Bola Kaki
Secara simbolis diserahkan melalui Efel Yordan (Asdiklat Resimen Taruna) kepada Kak Dedi (Relawan Hidung Merah). Kegiatan Baksos berjalan dalam waktu yang singkat, namun persiapan yang berminggu-minggu. Kami merasa bahagia, merasa senang setelah melaksanakan Baksos tersebut. Kami mencanangkan bahwa Baksos tersebut akan menjadi kegiatan rutinitas tahunan menjelang atau menyambut Bulan Suci Ramadhan. Berikut beberapa dokumentasinya :

Penyerahan Simbolis

Bersama Seluruh Anak-Anak Hidung Merah dan Volunteer


Bersama Beberapa Anak-Anak Hidung Merah

Terima kasih kepada seluruh pihak yang sudah membantu demi suksesnya Kegiatan Bakti Sosial (Perdana) Resimen Taruna Periode 2012/2014. Kiranya seluruh kebaikan akan dibalas oleh Tuhan Yang Maha Esa. Dan semoga Kegiatan Bakti Sosial berikutnya akan jauh lebih baik.



Photos by Zakki & Lutfhi.
(Students of SMK Negeri 36 Jakarta)

May 26, 2012

Mengenang Wisuda SMK Negeri 36 Jakarta, 2010/2011

9 Bulan yang lalu, tepat pada tanggal 30 Mei 2011, saya juga merasakan yang namanya KELULUSAN masa SMK di SMK Negeri 36 Jakarta yang pada saat itu masih di bawah pimpinan Drs. Dedi Dwitagama, MM, MSi (Kepala Sekolah Favorit).

Pada tanggal tersebut, SMK Negeri 36 Jakarta melaksanakan wisuda bagi siswa/i kelas 3 angkatan tahun 2010/2011.
Wisuda yang pernah terjadi ini lain daripada yang lain, atau mungkin hal ini terjadi HANYA ADA DI SMK NEGERGI 36 JAKARTA. Mengapa demikian? Ya! Karena wisuda yang telah diadakan adalah DI TENGAH LAUT.
Sekolah mana yang melakukan hal tersebut?
Yang saya tau wisuda itu biasanya dilakukan di indoor, dalam gedung yang luas, yang menampung banyak siswa/i serta guru-guru dan karyawan dari sekolah tersebut dan dengan pakaian yang formal seperti kebaya bagi yang wanita dan kemeja lengkap bagi yang pria. Iya bukan? :)
Tetapi yang pernah saya rasakan itu lain daripada yang lain, sungguh menarik wisuda dilakukan dengan berenang di tengah laut sebagai tanda pelepasan siswa/i SMK Negeri 36 Jakarta yang telah lulus.
Apakah kalian pernah merasakan hal ini? :)




Di angkatan saya, ada sekitar 10-20 siswi tetapi yang bergabung menceburkan diri HANYA SAYA :D
Bukannya untuk cari sensasi tetapi dipikiran saya, momen tersebut terjadi hanya sekali seumur hidup kenapa harus dilewatkan? Apa salahnya membasahi diri dengan berenang di laut?Dan saya lihat, siswi-siswi lainnya hanya dipinggir laut dengan "menonton" yang berada di tengah laut.
Proud of myself :)


Kepala Sekolah bersama murid-murid didiknya di Lapangan Utama
"SIAPA YANG INGIN SUKSES?"



Photos by Alam dan Zakki.
Students of SMK Negeri 36 Jakarta

Apr 29, 2012

Good News From Indonesia (GNFI)

Mungkin tak banyak yang tau, Indonesia sudah cukup lama mampu membangun kapal tanker besar yang dibuat oleh PT. DPS di Surabaya. 2 Hari yang lalu, Pertamina menerima Kapal Tanker, MT. Kasim berbobot 6.500 Long Ton Dead Weight (LTDW), Produksi PT. DPS Surabaya. Inilah MT. Kasim Produksi PT. DPS Surabaya yang diserahterimakan ke Pertamina. Raksasa!




Bangsa kita sudah mampu membuat Kapal Perang, Kapl Cepat Rudal, Kapal Patroli, Landing Platform Dock, dan sebentar lagi Kapal Selam. Bahkan, negara-negara sahabat sudah menyatakan minatnya untuk membeli kapal-kapal perang produksi Indonesia. Tahun 2010, PT. PAL Surabaya membuat kapal raksasa Double Skin Bulk Carrier berbobot 50.000 ton, dengan ukuran 190m x 30,50m pesanan Singapura.




Info dari @GNFI.

Apr 9, 2012

Batalyon AMAN JAYA Angkatan 44...

  Kompi A  

  Kompi B  



Pelantikan AMAN JAYA '44
03 Desember 2011

Penyeleksian Calon DKT 2012 / 2013 [Part I]

--- APA SIH "DKT" ITU? ---

DKT itu singkatan dari Dewan Korps Taruna.
Kalau ditingkat universitas biasa, namanya Senat.



  DEWAN KORPS TARUNA adalah satu-satunya organisasi yang resmi
di Akademi Maritim Nasional Jakarta Raya  


Dengan kata lain, organisasi yang lain itu tidak sah.
Sebenarnya bukan tidak sah tapi memang ngga ada organisasi lain selain itu :D
*ngocol*


Nah, tanggal 20 Maret 2012 lalu...
Saya ikut Penyeleksian Calon DKT 2012 / 2013.
Saat itu di Curriculum Vitae saya mencalonkan sebagai Sekretaris atau Bina Rohani (BinRoh).
Ada alasannya kenapa saya memilih 2 (dua) jabatan tersebut.
Oh iya, jabatan tersebut termasuk dalam Jajaran Staff.


Sekretaris :
  • Identik di depan komputer dengan tugas mengetik surat-menyurat, dll. Kebetulan, saya sangat menyukai hal tersebut. Mata kuliah saat semester I yang saya sukai : Dasar - Dasar Komputer. Pelajaran mengenai komputer atau yang berhubungan dengan IT sudah saya sukai sejak saya duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Berbicara basic, saya rasa saya sudah memilikinya. Bukan bermaksud angkuh, tapi kejujuran aja dan bisa dibuktikan. Sertifikat saat saya kursus di LPK. Dharma Sampoerna juga sudah saya miliki.
  • Untuk tulisan mungkin tulisan kurang bagus dibanding dengan tulisan "ABG" perempuan lain. Tapi menurut saya, itu bukan halangan bagi saya menjadi seorang Sekretaris di DKT. Percuma memiliki tulisan yang bagus tetapi kinerja tidak bagus. Betul bukan? :)
  • Saya pun berpengalaman menjadi seorang Sekretaris, baik di organisasi sah sekolah ataupun hanya di kelas. Baiknya dengan pengalaman yang ada, saya bisa tuangkan ke dalam tanggung jawab saya sekarang ini. (Bahasa gue ceileh banget yak, hahaha :D)

Bina Rohani (BinRoh) :
  • Saya menyukai kegiatan Rohani, khususnya Rohani Kristen, sesuai dengan kepercayaan saya. Pemikiran saya, mungkin pengalaman pertama bagi DKT bahwa BinRoh-nya adalah seorang Nasrani. Saya bertekad untuk membangun kegiatan Rohani Kristen (RohKris) menjadi aktif, bukan hanya sekedar mengadakan Perayaan Natal, tetapi juga kegiatan lainnya seperti : Perayaan Paskah, Ibadah Rutin Mingguan, atau mungkin juga Kegiatan Bakti Sosial (BakSos) yang bisa dilakukan di Panti Asuhan /  Jompo Kristen / Katolik. Bagaimana? Menarik bukan? :)
  • Ingin membuat gebrakan baru juga kalau ROHANI KRISTEN adalah organisasi kedua yang juga resmi atau sah di Akademi Maritim Nasional Jakarta Raya, sehingga dapat menjadi kerjasama dengan Kumpulan Rohani Kristen dari Akademi-Akademi atau Universitas lainnya.
Kesimpulan dari seluruh alasan-alasan saya adalah :
  • Saya menyukai segala bentuk kegiatan tersebut, karena menurut saya mulai dari "SUKA" lalu "BISA" maka akan "TERBIASA".
  • Apapun yang saya pilih, saya bisa pertanggung-jawabkan. Saya pun berharap ngga cuma di mulut saja.









To Be Continue...
@nhsansan


Mar 4, 2012

Jakarta - Pontianak


Tepat tanggal 26 Februari, jam 5 sore, gue bareng nyokap memulai perjalanan dari Jakarta ke Pontianak dengan menggunakan Kapal Laut, KM. LASKAR PELANGI, di bawah PT. PRIMA EKSEKUTIF.
Perjalanan dari Pelabuhan Tg. Priok (Jakarta) sampai ke Pelabuhan Pontianak memakan waktu 2 malam 1 hari jadi sampai ditujuan tanggal 28 Februari, pagi hari tepat jam 10 pagi.
Ya memang cukup lama tapi seru :)

Selama perjalanan gue sangat menikmati.
Perjalanan dengan kapal laut ini untuk kesekian kalinya, karena sebelumnya beberapa tahun yang lalu gue juga melakukan perjalanan ke Pontianak menggunakan kapal laut.
Tapi, saat itu berhubung gue masih kecil jadi mudah "mabuk perjalanan" hehe ._.v

Uniknya dalam perjalanan kemarin itu pas baru masuk kapal, gue ketemu sama temen lama saat PKL di KM. WALEA, di bawah PT. SAMUDERA USAHA JAYA LINES (SUJL).
Sugiyono namanya, dulu dia seorang Jurumudi di KM. WALEA.
Sekaran dia bekerja sebagai Kelasi di KM. LASKAR PELANGI.
Seneng rasanya bisa ketemu temen di atas kapal, temen yang udah lama banget gak ketemu.
Terakhir ketemu waktu hari terakhir PKL di KM. WALEA, hehehe :)

Gue banyak bertanya-tanya tentang pengalamannya, siapa tau bisa jadi pembelajaran buat diri gue sendiri juga :)
Karena menurut gue :
"Bukan cuma pengalaman diri sendiri yang bisa jadi pelajaran tetapi pengalaman orang lain pun bisa jadi pelajaran buat diri kita sendiri, itu semua tergantung bagaimana sudut pandang kita."

Back to trip...
Untungnya selama perjalanan itu keadaan cuaca tidak buruk,
Keadaan ombak biasa aja,
Langit cerah,
Sempat hujan tapi tidak deras.
Gue bener-bener menikmati banget perjalanan saat itu.

Waktu malam hari...
Dulu guru Produktif Nautika gue semasa SMK, Pak Bernadi Sugoro, pernah bilang, "Kalau kita berada di atas kapal saat malam hari, kita tidak akan melihat apapun di luar karena kondisi yang gelap gulita. Kita hanya bisa melihat kapal laut yang kita sedang tumpangi dan lampu-lampu dari kapal lain."
Ya, memang benar!
Sewaktu gue keluar, benar-benar gue gak lihat apapun, gak ada batas antara cakrawala dan lautan.
Gue berasa orang buta saat malam itu.

Waktu pagi dan sore hari...
Pak Bernadi juga pernah bilang, "Jadi pelaut itu sungguh beruntung. Kita bisa melihat keindahan alam yang Tuhan berikan. Apalagi kalau di tengah laut, pemandangan kita berbeda dengan saat ada di darat. Di tengah laut, kita cuma bisa lihat perbatasan antara cakrawala dan lautan."
Dan pas gue lihat itu, gue bener-bener terkejut.


Cakrawala dan Lautan
Apa di darat bisa lihat seperti ini?
Mungkin kalian bisa ambil foto seperti ini kalau pergi ke pantai,
dan capture dari tepi pantai.
Tapi akan berbeda "rasa", kita gak bisa menikmati keindahan alam tersebut.

"Jakarta -  Pontianak" meninggalkan banyak momen selama perjalanan.
Gue seneng banget isi liburan UAS dengan jalan-jalan ke Pontianak (sekalian pulang kampung juga sih hehe)
Ini sedikit dari pengalaman gue naik kapal.
Suatu saat nanti gue bakal bagi-bagi pengalaman gue lebih lengkap lagi.
Mungkin lengkap dengan setiap sisi-sisi kapal dan apa saja yang ada di atas kapal :)

Feb 15, 2012

Monumen Jalesveva Jayamahe

Front

Side View

Monumen Jalesveva Jayamahe (Monjaya) terletak di Surabaya, Jawa Timur.
Monjaya dibangun untuk mengingatkan bahwa nenek moyang negeri ini seorang pelaut. Jalesveva Jayamahe yang beararti "Di Laut Kita Tetap Jaya" menggambarkan seorang perwira menengah TNI Angakatan Laut berpakaian lengkap (Tenue PDU I) yang menatap ke arah laut. Sosok yang mewakili generasi penerus dengan penuh keyaki-nan dan siap menerjang ombak serta menempuh badai menuju ke arah yang di tunjukan yaitu cita-cita bangsa Indonesia dalam wadah NKRI yang adil dan makmur.
Monjaya merupakan “tetenger” dilaksanakannya tongkat estafet dari generasi baru untuk menyelesaikan tugas kepada generasi berikutnya. Bangunan di kawasan ujung Surabaya sebelah barat dermaga Madura ini, juga dapat di gunakan sebagai menara lampu pemandu (mercusuar) bagi kapal-kapal yang berlayar di sekitarnya.
Patung dengan tinggi 31 meter in berdiri di atas gedung setinggi 29 meter. Pada bagian dinding gedung terdapat diorama sejarah kepahlawanan pejuang-pejuang bahari sejak jaman pra-revolusi fisik sampai tahun 1990-an. Monjaya di bangun tahun 1990 dan diresmikan 5 Desember 1996 oleh Presiden Soeharto. Pembangunan Monjaya di gagasan, bagaimana pun majunya suatu bangsa hendaknya harus tetap berpijak pada sejarah : "Bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa menghargai jasa pahlawannya."
Selain patung berukuran ‘raksasa’, di pelataran Monjaya terdapat pula sebuah gong yang memiliki ukuran terbesar di seluruh dunia. Gong ‘raksasa’ yang di beri nama "Kiai Tentrem" ini di buat dengan menggunakan bahan logam kuningan yang di lapisi anti karat “cotting”.
Gong seberat 2,2 ton ini memiliki ketebalan 6 mm, dan berdiameter 5m. Pembuatnya adalah perajin gamelan home industry pimpinan Sutarjo dari Desa Pelemlor, Kabupaten Bantul, Yogyakarta.
Fasilitas lainnya sebagai objek wisata, adalah pujasera yang menyediakan souvenir sebagai oleh-oleh yang letaknya sekitar 300 meter dari monjaya. Berbagai model dan jenis tas, pakaian, topi, dan atribut mengenai TNI-AL di jual di sini. Selain souvenir, pujasera ini juga menyediakan aneka minuman dan minuman.